Sudah lama saya gak curhat di blog, walau sebenernya ada banyak sekali unek-unek yang mau saya ceritakan pada diri sendiri (heh? menyedihkan sekali... hehe). Tapi sekarang saya memaksakan diri untuk kembali membuang sampah pada tempat yang semestinya--Dunia Rumput Liar. Well, sekarang ini bisa dibilang (akan) menjadi hari-hari tersibuk bagi saya. Masa untuk cetak buku sudah di depan mata, dan saya harus mempersiapkan diri untuk berlelah-lelah (lagi dan selalu) pada dua minggu ke depan sebelum jadwal mudik yang saya canangkan pada 2 Agustus besok (udah gak kuat, pengen pulang banget, Mak :(...). Mungkin untuk masa di bulan ini rasa lelahnya bakal berkali lipat, selain karena lagi puasa juga karena saya gak yakin kalo Dudull bakal mau bantu saya (bentar lagi Lebaran, Bok). Apalagi sekarang, dengan mengkambinghitamkan BBM, deengan ssemena-menanya pihak percetakan menaikkan tarif cetak yang bikin ngurut dada sampe dengkul. But, itu pikirkan nanti aja, sekarang saatnya membahas salah satu passion "menyimpang" saya yang notabene-nya seorang Direktur Utama (siul-siul cantik)--merangkap babu serbaguna T_T-- di Penerbit Harfeey.
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Selasa, 16 Juli 2013
Tidak Ingin Harfeey Jadi Penerbit Major
Label:
Boneka Lilin,
Cara Mudah Membuka Usaha,
Curhat,
Doa,
Kerja Keras,
Minim Modal,
Passion,
Penerbit Harfeey,
Penerbit Indie,
Penerbit Major,
Wiraswasta,
Wirausaha,
Youngpreneur
Selasa, 02 Juli 2013
Tuhan...
Tuhan, aku ingin membuat sesuatu. Sesuatu yang lebih panjang dari napasku. Yang lebih lapang dari anganku. Yang lebih nyata dari sekadar ambisiku. Agar aku dikenang, aku diingat, aku dianggap. Agar mereka percaya, bahwa pada masa dulu... ada aku.
Tuhan, telah kupertegas untuk kali ke sekian, bahwa aku terbilang makhlukmu yang belum baik; yah, aku bukan orang baik. Tapi, Tuhan... aku ingin berbuat sesuatu yang bisa membuatku melekat dalam ingatan mereka, walau hanya sekali, tolong... Tuhan, jadikan aku orang baik. Jika terlalu sulit untuk selamanya, cukup sekali pun tak masalah. Yang penting akan bisa diingat selamanya, sebagai jejak cinta bahwa aku pernah ada, aku pernah hidup, pernah jadi orang baik.
Langganan:
Postingan (Atom)