![]() |
| http://coretanbundaumar.blogspot.com |
Perdagangan online di era teknologi sekarang ini sudah menjadi primadona bagi para seller maupun buyer yang ingin memasarkan dan membeli produk tanpa harus membuang banyak waktu dan tenaga, serta hemat biaya. Tinggal lihat katalog di salah satu sosial media seller, lakukan pemesanan, transfer, barang dikirim, dan produk yang diinginkanpun sudah ada di tangan.
Tapi segala kemudahan itu justru membuat beberapa oknum seller maupun buyer memanfaatkannya untuk berbuat licik dan curang. Hal serupa yang pernah saya dan Penerbit Harfeey alami, yang kronologisnya bisa dilihat di sini. Tindakan yang membuat coreng-moreng perniagaan online. Karena ulah oknum-oknum tersebut, tidak bisa dihindari hingga akhirnya membuat hubungan antara seller dan buyer ada saling curiga. Hingga akhirnya pertanyaan dari buyer semacam, "Ini penipuan atau bukan, ya?" kerap kali terlontar saat ingin membeli produk via online shop. Saran saya, jika curiga atau tidak yakin pada OLS atau seller tersebut, buyer lebih efektif mencari tau sendiri bagaimana reputasi si seller. Karena percaya sama saya, kalo tetap keukeuh memakai cara "polos" itu, tidak akan membuahkan hasil yang pasti. Hellooow... jangan harap penipu akan mengaku dia nipu saat ditanya apakah dia penipu! :) Intinya, jawaban dari si jujur maupun si pendusta akan tetap sama; "SAYA BUKAN PENIPU."
Yang menurut saya cukup efektif di antaranya bisa dengan cara mengamati lapak onlinenya, melihat bagaimana interaksi seller dengan calon buyer apakah aktif atau hanya terkesan satu arah, melihat testimony dari para buyer yang sudah pernah membeli produk/jasanya, dll. Tapi ada yang harus diwaspadai juga dari testimony karena kadang bisa saja hasil karangan bebas dari si oknum seller. Saya pribadi, ketika awal mula membangun Penerbit Harfeey cukup menyadari betul kalau hal pertama yang harus saya promosikan adalah rasa trust/percaya calon buyer pada perusahaan saya. Oleh karena itu, saya memakai teknik testimony minim kecurigaan yang bisa dicek di sini. Atau yang lebih aman, belanjalah di tempat seller yang sudah dikenal secara individu, atau berdasarkan promosi dari teman yang puas dengan seller tersebut.
Oke, meluncur ke topik pembahasan utama. Di sini saya akan mencoba sharing pada teman-teman tentang berbagai modus "pintar" yang dilakukan oleh oknum seller dan buyer masa kini, yang data-datanya saya himpun dari berbagai sumber untuk kemudian saya tuliskan sesuai dengan gaya bahasa saya sendiri.
